Salam Belutter !!!
Belut Jepang, Unagi… ???

Yah…. Itulah salah satu nama populer tentang sidat. Bukan karena asal belutnya dari jepang tapi karena jepang adalah salah satu produsen terbesar untuk pasar sidat kita ini.
Setelah 3 tahun kami uji coba dalam pendederan glasseel dg segala resiko dan suka dukanya, awal tahun 2011 kami mencoba pembesaran sidat dari ukuran elver dan fingerling alhamdulillah hasilnya cukup menggembirakan walaupun pada masa awal-awal tebar kami cukup distresskan dengan mortalitas kematiannya yg cukup tinggi, tetapi hasilnya tergolong lumayan bagi pemula. kini kami semakin PD saja untuk konsen dalam pendederan dan pembesaran sidat dalam skala ekonomi, apalagi pasarnya sudah sangat terbuka sekali baik untuk pasar lokal maupun eksport.
Dari pengalaman pembesaran sidat yang kami lakukan, benih sidat dari hasil pendederan glassell dan Rekondisi dari Elver dan fingerling yang hasilnya sangat baik, itu terbukti pada mortalitas kematiannya yang hanya 2-15% saja hingga masa panen.
Sedangkan pembesaran sidat yang benihnya langsung dari alam mortalitas kematiannya cukup tinggi 30-50% mulai dari penyesuaian lingkungan sampai adaptasi pakan, ini terjadi pada masa awal tebar dalam jangka waktu 3 hari sampai 1 bulan. Lamanya adaptasi pada sidat ini tergantung pada system penanganganan awal petani penangkap, pengepul barang dan tekhnik dalam pengiriman barang. Semakin lama sidat disimpan di petani/penangkap maka kualitas hidup sidatnya semakin menurun apalagi apabila kolam penampungannya juga yang tidak memadai dan ditambah perlakukan kasar dan sembarangan terhadap sidat yang ditampungnya.
Kini anda tidak usah khawatir dengan pasokan benih sidat untuk pembesaran karena kami kini menyiapkan benih sidat hasil pendederan dan rekondisi mulai dari ukuran elver sampai konsumsi.
Keuntungan benih sidat dan sidat konsumsi dari kami adalah:
1. Pakan utama sudah bisa dengan Pasta dan pelet
2. Harga pelet relative terjangkau dan mudah dicari karena kami lakukan pengoplosan dari pakan pelet yang lebih murah, medium hingga yang lebih mahal dan semuanya tersedia di toko-toko pertanian di wilayah anda.
3. Ukuran dan grading hampir rata karena kami lakukan penyortiran berkala sehingga mengurangi persaingan yang menonjol antara yang kecil dan yang besar dalam menyantap makanan yang diberikan.
4. Mortalitas kematian insyaalloh rendah sesuai pengalaman yang sudah kami lakukan hanya 2-15%.
5. Adaptasi sangat cepat karena sudah biasa dengan habitat air tawar.
6. Satu hal kelebihan dari sidat konsumsi yg hasil budidaya, ternyata kandungan minyak dalam tubuhnya lebih banyak ketika dilakukan proses pembakaran / olahan kabayaki (Menurut pengakuan Cheef dari jepang).
Uncategorized |
Posted by belut 




